Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Ingatlah Hari Ini (Bagian 13)

Sudah keduakalinya, Anne mengeluarkan sapu tangan yang lebih mirip handuk kecil. Matahari masih terasa membakarnya meski ia sudah bertedu...

Ketika Kita Masih Remaja

“Madeeeeee…awas kamu.” Dhea mempercepat langkahnya dari jalan cepat ke lari. Made sudah mendahuluinya. Bagaimana tidak? Made memakai seped...

Nina Bobo

“Pa.” Suara gadis itu serak. Matanya menatap pada dinding di sebelah kiri, kemudian memutar pada dinding sebelah kanan. Dinding itu tampa...

Kepada Yang Tersayang

Aku berpendapat bahwa memanggil orang yang sudah meninggal itu sangat terlarang. Alasanku ada dua. Pertama, kita tak akan pernah tahu apa...

Sahabat

Aku benci lihat rumput-rumput ini. Tinggi banget, sih. Padahal baru beberapa waktu lalu aku datang kesini bersama teman-temanku. Aku men...

Mama

“Ma, kenapa Nana tidak punya oma?” Sarah berpaling dari sinetron TV. Sudut matanya melihat suaminya, tetapi Gondo masih asyik mengunyah ...

Pelabuhan Hati (Bagian 7)

“Sampah.” Rommy meletakkan kedua tangannya pada kaca satu arah. “Kalau tidak ada ada sampah, kita mau makan apa? Orang-orang seperti ki...

Raja Badai (Bagian 1)

Raja Badai berkuda memasuki istana. Alisnya mencuat keatas. Dagunya terangkat. Rambut sebahunya berkibar, kontras dengan jubah merah...

Siapa Dia

Ramdan kesal melihat jam. Sudah jam sepuluh, matanya masih enggan menutup. Kalau saja ini rumahnya, ia pasti keluar, menuju dapur, membu...

Semangkuk Soto Daging Untukmu Kawan

Aku sangat suka menyantap soto daging madura. Kuahnya yang asin dan bau lemaknya. Potongan-potongan daging diatasnya dengan separuh telur...

Wati

Aku membuka album lama. Bukan berbentuk fisik, tetapi di dalam pikiranku. Semua ini gara-gara salah seorang temanku menulis di WhatsAp...

Perjalanan

Aku sering melihat film-film horor. Ada sesuatu yang sering kulihat disana dan sering kutertawakan. Mereka sering mempertontonkan bah...

Reuni Perak

Kenangan ini pasti kembali, pikirnya. Kakinya berjalan pelan menuju ke gedung di daerah Notredame Adventure Park. Lehernya terjangkit ...