Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan

Singapurna (Bagian 4) TAMAT

“Tidak, Nek. Baginda adalah orang yang sangat bijaksana. Beliau tidak akan melakukannya seandainya Baginda tidak menginginkan cerita N...

Singapurna (Bagian 3)

“Ayo. Jangan membuang waktu lagi.” Mereka bertiga membekap Catik dengan selembar kain milik salah satu dari mereka. Si Gondrong mengi...

Singapurna (Bagian 2)

Pagar itu juga harus pendek. Dengan demikian ia dapat berlari berputar ke sisi yang satu seandainya singa tadi dapat melewati pagar. Ketem...

Singapurna (Bagian 1)

“Kenapa kita harus mengendap-ngendap seperti ini?” Citak ikut jongkok ketika Catuk jongkok tiba-tiba. “Lihat di depan itu?” Citak ...

Raja Badai (Bagian 3) Tamat

Kanud menggeleng. “Malam ini kita melihat korban-korban pertama dari masalah kita. Aku juga memikirkan Maro. Penduduk desa ini akan dih...

Raja Badai (Bagian 2)

Hati Hulubalang mencelos. “Apa yang akan dilakukan Baginda jika mengetahui Kanud sudah menikah. Tidak pernah ada orang yang berani menol...

Raja Badai (Bagian 1)

Raja Badai berkuda memasuki istana. Alisnya mencuat keatas. Dagunya terangkat. Rambut sebahunya berkibar, kontras dengan jubah merah...