Tampilkan postingan dengan label dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dewasa. Tampilkan semua postingan

Ingatlah Hari Ini (Bagian 8)

“Cantik. Kecil. Terkendali.” “Apa maksudmu?” “Rumah kamu cantik. Segala perabotan saling menunjang. Ukuran rumahnya kecil. Dan kare...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 6)

Erick ragu untuk masuk. Ia berjanji untuk datang ke tempat ini berkali-kali. Baru kali ini ia merasa sudah saatnya, berharap orang yang ...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 3)

“Oh, ya. Menjawab pertanyaanmu tadi, aku mau bilang, aku tidak pernah pacaran. Orangtuaku melarangku pacaran sampai aku kuliah.” “Kamu ...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 2)

Apakah orang mempunyai kesadaran di saat-saat terakhir sebelum dia dilahirkan di dunia? Apakah Tuhan bertanya, “Kamu mau bakat apa? Mau ...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 1)

Hidup kadang membosankan. Setiap hari bangun pagi, mandi, berangkat kerja. Sore nanti, pulang, mandi dan makan, melihat TV dan tidur. Mas...

Pelabuhan Hati (Bagian 7)

“Sampah.” Rommy meletakkan kedua tangannya pada kaca satu arah. “Kalau tidak ada ada sampah, kita mau makan apa? Orang-orang seperti ki...

Pelabuhan Hati (Bagian 6)

“Ya, Rud. Aku tahu kita memang harus membeli mesin espresso buat kedai baru kita. Tetapi uangnya belum ada.” “Kalau tidak salah, Pak R...

Pelabuhan Hati (Bagian 5)

Floriana berdiri di samping mobil dengan pandangan curiga. Ia memperhatikan dua penjual baru dekat sekolahnya. Satu orang berjualan yough...

Pelabuhan Hati (Bagian 4)

Floriana bingung antara harus tertawa dan prihatin. Dia memperhatikan tas ransel Rommy yang gendut “Kamu cowok aneh. Di sinetron-sinet...