Ketika Kita Masih Remaja

“Madeeeeee…awas kamu.” Dhea mempercepat langkahnya dari jalan cepat ke lari. Made sudah mendahuluinya. Bagaimana tidak? Made memakai seped...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 8)

“Cantik. Kecil. Terkendali.” “Apa maksudmu?” “Rumah kamu cantik. Segala perabotan saling menunjang. Ukuran rumahnya kecil. Dan kare...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 7)

“Gila..ini gila.” Gordon mengelus-ngelus dagu. “Bagaimana bisa rancangan pengeluaran kita bisa lebih lima puluh persen dari seharusnya?”...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 6)

Erick ragu untuk masuk. Ia berjanji untuk datang ke tempat ini berkali-kali. Baru kali ini ia merasa sudah saatnya, berharap orang yang ...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 5)

“Anne…Annnnneeeeeee.” Aurora bersusah payah menyamakan kecepatan berjalannya dengan Anne. Anne seakan tidak perduli. Kakinya seperti...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 4)

“Boooseeennnn.” Mulut Aurora membuka sedikit, matanya mengawasi Bu Silvi. Anne mengerling sebentar. Meskipun suara Aurora termasuk b...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 3)

“Oh, ya. Menjawab pertanyaanmu tadi, aku mau bilang, aku tidak pernah pacaran. Orangtuaku melarangku pacaran sampai aku kuliah.” “Kamu ...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 2)

Apakah orang mempunyai kesadaran di saat-saat terakhir sebelum dia dilahirkan di dunia? Apakah Tuhan bertanya, “Kamu mau bakat apa? Mau ...

Ingatlah Hari Ini (Bagian 1)

Hidup kadang membosankan. Setiap hari bangun pagi, mandi, berangkat kerja. Sore nanti, pulang, mandi dan makan, melihat TV dan tidur. Mas...

Nina Bobo

“Pa.” Suara gadis itu serak. Matanya menatap pada dinding di sebelah kiri, kemudian memutar pada dinding sebelah kanan. Dinding itu tampa...